KEJAYAAN REMPAH-REMPAH NUSANTARAKU HILANG TANPA BEKAS
Rempah adalah:
Adalah bagian tanaman dalam keadaan segar atau telah diolah baik berupa daun, bunga, buah, biji, kulit batang, batang, pelepah, akar atau rimpang yang dapat menjadi bumbu penyedap makanan atau minuman dan / atau mempunyai fungsi obat
Jenis komoditas rempah adalah sangat banyak, diperkirakan lebih dari seribu jenis
Contoh tanaman rempah:
Cengkeh, lada, pala, kayumanis, panili, bawang merah, bawang putih, cabe, cabe jamu, jahe, kapulaga, lengkuas, kunyit, temu lawak, temu giring, temu mangga, temu item, temu kunci, kencur, kemiri,asam jawa,asam kandis, asam gelugur, cabe jamu, kumis kucing, pegagan, kluwek, kemiri, gambir, salam, sidogori, kemangi, pasak bumi, tabat barito, purwoceng, jeruk nipis, jeruk purut, sirih dan lain-lain.
Dilihat dari instansi yang membina budidayanya, ada beberapa instansi yaitu Ditjen. Perkebunan, Ditjen. Hortikultura, Ditjen. Tanaman Pangan, Departemen kehutanan.
Sebagian komoditi rempah sudah dibudidayakan, tetapi sebagian besar masih tumbuh secara alami [ liar].
MASA PENJAJAHAN
Kedatangan pedagang Eropa ke Indonesia sejak sebelum jaman Majapahit adalah karena mencari rempah. Karena mau menguasai sumber rempah dunia maka VOC/ Belanda menjajah Indonesia.
Kejayaan rempah didukung oleh kebijaksanaan yang keras dan sesuai yang menguntungkan penjajah (i.e.: hongie tochten dan cultuur steelsel)
Rempah merupakan sumber pendapatan VOC yang sangat menguntungkan didukung monopoli dan pemusnahan kelebihan suplai.
Indonesia telah lama dikenal sebagai negara penghasil rempah dunia. Selain memiliki keunggulan komparatif berbasis sumberdaya lokal, rempah indonesia mempunyai nilai historis yang cukup tinggi. Komoditi rempahlah yang telah menarik bangsa lain untuk datang ke nusantara. Beberapa daerah penghasil rempah terkenal pada masa itu antara lain Kepulauan Maluku dan Sulawesi yang sampai abad 18 merupakan satu-satunya produsen cengkeh dan pala dunia, Lampung dan Bangka sebagai pemasok utama pasar lada dunia, Sumatera Barat penghasil kayu manis, NTT penghasil kemiri, serta Bali dan Lampung penghasil panili. Oleh karenanya, sangatlah tepat apabila Indonesia mendapat julukan sebagai ”Spices Island Country”.
Produk rempah indonesia telah mempunyai ”brand image” yang telah diterima masyarakat dunia, seperti ”Muntok White Pepper”, ”Lampung Black Pepper”, ”Koerintji Cassiavera”, ”Banda dan Siao Nutmeg.” Cita rasa dan aroma rempah Indonesia yang spesifik ini tidak dapat tergantikan oleh cita rasa dan aroma rempah dari negara lain. Sungguh merupakan suatu Anugrah dan Karunia Tuhan yang diberikan kepada kita semua sehingga kita mempunyai kekayaan plasma nuthfah rempah yang melimpah dan terlengkap di dunia dengan dukungan sumberdaya lokal, geografis dan iklim yang sangat prima ini.
Dengan keunggulan komparatif berbasis sumberdaya lokal tersebut maka tidaklah mengherankan kalau Lada Indonesia menjadi nomor 1 di dunia sejak jaman Majapahit. Pala Indonesia masih tetap nomor 1 meskipun mutunya dibawah Grenada dan khusus untuk Cengkeh Indonesia dikenal sebagai negara produsen sekaligus konsumen terbesar di dunia.
REMPAH MASA SEKARANG
Umumnya mengalami masa suram / kemunduran ( volume dan nilai ekspor menurun, munculnya negara pesaing baru, kebijakan pemerintah yang kurang mendukung)
Peran dalam perdagangan dunia menurun, lada dari no 1 menjadi no 3, pala dari no 1 menjadi no 2, panili dari no 1 menjadi no 2-3. Beberapa komoditi bergeser dari eksporter menjadi importir seperti kina, pegagan, salam, cengkeh
Industri pengguna rempah dalam negeri berkembang (industri jamu dan obat, makanan, minuman, rokok, kosmetika) à memerlukan banyak bahan baku rempah
Impor rempah meningkat [cengkeh,bawang, pegagan, kina, tembakau]
Industri pengolahan / deversifikasi produk komoditi rempah dalam negeri tidak berkembang, sehingga untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri Indonesia harus impor produk jadi atau setengah jadi, seperti hasil olahan kayumanis, panili, lada, tembakau blending
Sebagian besar Petani rempah adalah petani miskin
MASA DATANG
1. Prospek rempah sangat cerah
• trend dunia back to nature ----à. Mengarah ke Produk
organik
• peningkatan konsumsi dunia akan rempah
• peningkatan industri didalam negeri dengan bahan
baku komoditi rempah [jamu, farmasi, kosmetika, rokok].
• permintaan dunia meningkat
• sumberdaya alam, SDM dan rekayasa teknologi sangat
mendukung.
2. Tantangan
Komoditi rempah hampir seluruhnya diusahakan oleh petani dengan luasan yang sempit dan lokasi tersebar, produktivitas rendah
Jumlah komoditi rempah sangat banyak, lebih dari 1000 jenis
Teknologi dan transfer teknologi pada sebagian besar jenis komoditi masih lemah.
Kelembagaan petani masih lemah
• Persaingan antar negara produsen
infrastruktur kurang mendukung
Dukungan modal usaha dan investasi
Etika bisnis pelaku agribisnis rempah kurang.
Adanya peraturan perundangan dan kebijakan yang kurang mendukung
Kesimpulan rempah Indonesia
1. Komoditi rempah mempunyai pasar yang sangat baik, baik untuk pasar ekspor maupun pasar dalam negeri.
2. Indonesia harus segera memanfaatkan kesempatan baik ini, kalau tidak akan direbut negara pesaing.
3. Untuk itu komoditi rempah Indonesia harus dibangkitkan----------------------à
produksi
mutu, diversifikasi produk
ekspansi pasar.
pelaku agribisnis harus diberdayakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar